Akhirnya kesempatan untuk mencoba Hardy Heron datang juga. Yeah…It was latest Ubuntu version, 8.04. Rutinitas men-coding yang padat akhir-akhir ini membuat malas untuk men-setting environment baru. Dan waktu luang itu pun datang juga. Btw, untuk ISO-nya dapet dari Arke. Hmmm….saatnya bermain-main dengan OS yang baru ini
.
Pertama kali yang gw aware di system yang baru ini adalah tampilan booting screen yang berbeda saat men-load Live CD Installer. Disini system menawarkan pilihan menu language yang akan dipakai. Setelah memilih language yang akan dipakai, system barulah menampilkan menu pilihan untuk live CD. But wait…hey…hey…hey…There was new menu item : Install Ubuntu
Seperti biasa, Ubuntu System installer berjalan dengan mulus di laptop gw (baca: laptop kantor), Acer Aspire 5580 series. Untuk space yang digunakan cukup dengan +- 10 GB saja, coz partisi untuk Windows Vista benar-benar masih memakan tempat. Saat proses instalasi selesai, semua hardware untuk hal yang standard, berjalan dengan baik. Sound, touchpad, network (LAN cable + wireless), dan juga screen resolution (1280×800). Untuk headphone, bugs pada Ubuntu 7.10 (Gutsy Gibbon), sudah teratasi. System dapat mematikan internal speaker saat headphone disambungkan ke laptop. Nice job Ubuntu Team….
Ubuntu adalah OS yang datang dengan minimal package untuk keperluan development. Tapi untungnya, repository yang dimiliki oleh OS ini cukup lengkap. Jadi langkah selanjutnya, adalah memastikan bahwa semua repository telah digunakan dengan “sebaik-baiknya”. Ini bisa dilihat dari System–Admisnistration–Software Sources. Atau cara yang tidak manusiawi, edit file : “/etc/apt/sources.list“. Disini gw menambahkan :
## Oracle repository
deb http://oss.oracle.com/debian unstable main non-free
Berhubung gw adalah developer, development environment adalah hal yang tidak bisa ditawar. Setelah menambahkan Oracle repository, selanjutnya adalah mengecek version daripada Java yang digunakan. Open console —> java -version . Ooops…ternyata tidak ada satupun Java Runtime yang terinstall. Actually it’s ok for me, coz I never used default JAVA SDK from ubuntu
. So then, I install Java JDK 1.5 from SUN —> System–Sinapstic Package Manager. Setelah java terinstall, Eclipse pun dapat digunakan, begitu juga dengan SQL Developer. Untuk saat ini, system sudah dapat digunakan untuk keperluan coding (development). Wait….terlupa, install pula Oracle XE dari —> System–Sinapstic Package Manager.
Saat ini sudah hampir satu minggu Hardy Heron gw gunakan. Oh yah, untuk presentation, OS ini juga sudah dapat menjalankan-nya di OHP. Hmmm….I plan to continue using this new OS for daily activities…
Wah….dah jam 3 pagi…saatnya tidur… lanjut besok untuk “apt-get” nya
uuhhh…ga ngerti deh…nyerah ya klo soal software….
Powered by iSOUND.COM
mane blm ada yg baru lagi nih……..
ini rachmat = nanda bukan ya..??
kalo iya… gw baru tau elo ada blog
kalo enggak salam kenal aja deh
>> Ferland
Yoi bozzz…nemuin blog gw juga yah
. Yep, ditunggu commentnya yak di postingan gw